HUT ke-3 FKSS Berkolaborasi dengan KT Parikesit Ajak Semua Kalangan Lestarikan Sungai
Foto bersama sejumlah pegiat sungai dan pejabat yang hadir dalam acara

Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) menyelenggarakan HUT ke-3 berkolaborasi dengan Karang Taruna Parikesit pada 25 Januari 2021. Acara ini diselenggarakan di lokasi Rintisan Desa Wisata Kali Kuning atau bisa kita sebut Dewi Kalkun. Tema yang diangkat adalah "Sungai Sahabat Semua Sahabat Sungai"

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Jajaran Muspika Kapanewon Ngemplak, Lurah Wedomartani, FKSS, Karang Taruna Kabupaten Sleman, dan Pengurus Karang Taruna Parikesit.

Dalam kegiatan ini diungkapkan bahwa gerakan pelestarian sungai harus dilakukan menyeluruh, tidak bisa hanya dilakukan pada satu titik dalam satu aliran sungai. Keterlibatan warga yang bermukim di bantaran sungai dari hulu, tengah hingga hilir, juga peran para pihak dan pemangku wilayah, akan sangat menentukan kelestarian aliran sungai. Hal ini diungkap oleh Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman Purwoko Sasmoyo ST MT.

"Gerakan pelestarian ini merupakan gerakan kesadaran masyarakat setempat dalam melestarikan alam. Kami akan mendukungan sesuai dengan kapasitas yang ada." tegas Purwoko.

H. Teguh Budiyanto, Lurah Wedomartani menyambut baik gerakan pelestarian di Wilayah Wedomartani yang diinisiasi oleh karang taruna. Sementara Kasubid Tindak Lanjut dari Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mayasih Wigati S.Sos MSi M.Sc menyatakan perlu adanya edukasi lingkungan bagi warga yag bermukim di pinggir sungai agar ekosistem terus terjaga.

Pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur dalam HUT ke-3 FKSS

Selain itu, guna menjaga keseimbangan ekosistem sungai, khususnya kelestarian ikan-ikan lokal asli sungai, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY berencana melakukan penebaran benih ikan di sejumlah sungai yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk di Kabupaten Sleman.

Penanaman Pohon oleh Lurah Wedomartani

Pejabat fungsional PEH Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan dan Lingkungan Serayu Opak Progo (BPDASHL-SOP) Lies Trianadewi S.Sos MAP, M.Agr. juga menyampaikan pihaknya membuka kemitraan dengan komunitas pelestari sungai guna ikut terlibat aktif dalam melindungi ekosistem daerah aliran sungai. Misalnya dalam gerakan menanam pohon-pohon konservasi yang mampu menjaga dan melindungi mata air. Kawasan Dewi Kalkun yang terletak di Dusun Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini juga memiliki dua mata air besar yang perlu dilindungi dalam rangka keberlanjutan kehidupan di wilayah sepanjang aliran sungai. Oleh sebab itu, gerakan pelestarian wilayah sungai harus terus berjalan, diawali dengan pembangunan rintisan desa wisata berbasis konservasi.

Selain merayakan HUT ke-3 FKSS, dalam kegiatan ini diselenggarakan pula aksi penanaman pohon oleh sejumlah pejabat yang hadir. Penanaman pohon ini dilakukan oleh Lurah Wedomartani, Jajaran Muspika Ngemplak, DLH Sleman, FKSS, KT Kabupaten Sleman, dan KT Parikesit Wedomartani.

FKSS juga melaksanakan pengukuhan pengurus periode 2021-2023 oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sleman. Terpilih sebagai Ketua AG.Irawan (Kali Kuning Sempu) dengan Sekretaris Mulyana Jati (Kali Bedog Jogokerten Sleman) dan bendahara Sumini ( Kali Bedog Kaliabu Gamping). FKSS memiliki empat bidang kerja, yakni Bidang Edukasi dan Konservasi. Bidang Persampahan dan Limbah. Bidang Pengurangan Risiko Bencana. Juga dilengkapi Bidang Media Center.

Dwi Yudha Prasetyo selaku perwakilan dari Karang Taruna Parikesit mengungkapan kegembiraannya dalam acara HUT FKSS kali ini. “Senang bisa ketempatan untuk pertemuan para pegiat lingkungan sungai di Sleman. Semoga kami juga mampu melestarikan sungai Kuning, juga sungai yang lain di Wedomartani,”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *